Wednesday, 3 April 2019

BANDAR CEME TERBAIK - Agar Kecewa Tak Terus Menghampiri, Kamu Harus Berhenti Berekspektasi pada Sesuatu yang Belum Pasti

Agar Kecewa Tak Terus Menghampiri, Kamu Harus Berhenti Berekspektasi pada Sesuatu yang Belum Pasti

Agar Kecewa Tak Terus Menghampiri, Kamu Harus Berhenti Berekspektasi pada Sesuatu yang Belum Pasti

BANDAR CEME - Ekspetasi membuat manusia mengharapkan sesuatu yang belum pasti.
Segala hal yang bersifat tidak pasti adalah awal dari kesedihan dan bahkan kekecewaan. Setiap kali berbuat baik, kita berekspetasi untuk juga diperlakukan sama oleh orang lain. Setiap kali berkorban, tidak jarang kita berekspetasi untuk dihargai oleh manusia lain.

Padahal, kenyataan tidak selalu ada untuk menyenangkan kita. Tidak jarang kita merasa marah dan putus asa. Pertanyaan yang bersifat penyesalan pun muncul, tidak jarang dan bersifat sering lebih tepatnya. Ada sesuatu yang ingin ditarik kembali, baik perbuatan maupun perkataan yang telah dilakukan maupun diucapkan. Hal-hal ini juga disertai dengan asumsi bahwa sebenarnya orang lain hanya ingin untung sendiri, sedangkan kita merugi. Kita menjadi manusia yang seakan-akan sibuk mencari kesalahan orang lain.

Padahal kita lupa, kalau tidak ada manusia yang sempurna di dunia, termasuk kita. Kita menjadikan diri seolah-olah paling tahu, paling besar, bahkan paling benar. Kita lupa kalau realita diciptakan untuk membentuk kita, bukan sekedar untuk membahagiakan kita. Pertanyaan-pertanyaan itu seolah-olah terasa sulit untuk dimaknai, bahkan dicari jawabannya sekalipun.

Kita sadar, kita manusia yang terbiasa disuguhkan rasa aman dan nyaman sejak dulu. Apabila berbuat baik, maka orang lain juga akan melakukan hal demikian. Namun, kita salah. Tidak semua orang adalah orang yang kita harapkan. Ekspetasi lahir dari sebuah pengharapan yang ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Terasa sulit? Memang, tapi harus dilakukan!

Sesudah kita tahu bahwa ekspetasi mengecewakan, maka janganlah mengharapkan apapun pada siapapun. Ketika kita melakukan segala sesuatunya dengan tulus, maka tidak ada lagi ekspetasi atau pengharapan pada manusia manapun.

Kita tidak dibayang-bayangi rasa ingin dihargai dan seketika kita menjadi lebih bebas. Terlepas dari segala rasa yang bersifat semu, kita menjadi lebih kuat dan tidak takut. Ketulusan telah memerdekakan jiwa dan pikiran dari ekspetasi yang mengecewakan.